Faktor-Faktor yang mempengarhui Perkembangan Ank Usia 6-12 Tahun
Makalah
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN USIA 6-12 TAHUN
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah “Psikologi Perkembangan Anak”
Oleh :
Kelompok 6
1. Dewi Indriani ( 1720201074)
2. Mitha Sintia Noviana ( 1720201094 )
Kelas : PGMI 03 2017
Dosen Pengampu : Saipul Annur, M.Pd.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
RADEN FATAH PALEMBANG
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas membuat makalah yang berjudul “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun” ini dengan lancar dan tanpa halangan apapun.
Ucapan terima kasih tak lupa juga kami sampaikan kepada dosen pembimbing mata kuliah Psikologi Perkembangan Anak yakni kepada Bapak Saipul Annur, M.Pd. Dalam penulisan makalah ini, kami yakin bahwa banyak sekali kekurangan. Oleh karena itu kami mengaharap sekali kritik dan saran dari pembaca sehingga akan membawa perbaikan untuk kedepannya. Dan yang terakhir kami berharap makalah ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Terima kasih.
Palembang, Maret 2019
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
Latar Belakang 1
Rumusan Masalah 1
Tujuan 1
BAB II PEMBAHASAN 3
Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan 3
Tugas Dan Fase Perkembangan 4
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Anak 6
Faktor-Faktor Perkembangan Sosial Peserta Didik 9
BAB III PENUTUP 12
A. Kesimpulan 12
B. Saran 13
DAFTAR PUSTAKA 14
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perkembangan merupakan suatu proses yang terjadi selama manusia hidup. Studi mengenai perkembangan seseorang tidak lagi seperti dulu berhenti pada waktu orang mencapai kedewasaannya, melainkan berlangsung terus dan mulai konsepsi hingga orang itu mati. Pembentukan pada masa dini ini akan bersifat tetap dan mempengaruhi sifat penyesuaian fisik, psikologis dan sosial pada masa-masa yang kemudian. Hal ini pula menyebabkan mengapa perlakuan terhadap anak pada masa dini ini harus sedemikian rupa sehingga dapat mengarah kepada penyesuaian sosial dan penyesuaian pribadi yang baik pada masa yang akan datang.
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan memiliki nuansa berbeda antara satu daerah dengan daerah lain, sehingga banyak bermunculan pemikiran – pemikiran yang dianggap sebagai penyesuaian proses pendidikan dengan kebutuhan yang diperlukan. Karenanya banyak teori yang dikemukakan para pemikir yang bermuara pada munculnya berbagai aliran pendidikan. Oleh karena itu perlu kita ketahui faktor – faktor apa saja yang dominan pengaruhnya dalam perkembangan peserta didik.
Rumusan Masalah
Apa itu Pertumbuhan Dan Perkembangan ?
Apa Tugas Dan Fase Perkembangan ?
Apa saja Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak ?
Apa saja Faktor-Faktor Perkembangan Sosial Peserta Didik ?
Tujuan
Mengetahui Pertumbuhan Dan Perkembangan.
Mengetahui Tugas Dan Fase Perkembangan.
Mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak.
Mengetahui Faktor-Faktor Perkembangan Sosial Peserta Didik.
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Pertumbuhan Dan Perkembangan
Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah Perubahan alamiah secara kuantitatif pada segi jasmaniah / fisik dan menunjukkan kepada suatu fungsi tertentu yang baru dari organisme/ individu.
Pertumbuhan (Growth) adalah berkaitan dangan masalah perubahan dalam besar, jumlah ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, pound) ukuran panjang (cm, inchi), umur tulang dan keseimbangan metabolik ( retensi kalsium dan nitrogen tubuh).
Contoh : Bertambah tinggi, bertambah berat badan dan tumbuhnya kelenjar-kelenjar sex
Pengertian Perkembangan
Perkembangan merupakan perubahan yang terus menerus dialami, tetapi ia menjadi kesatuan. Perkembangan berlangsung dengan perlahan-lahan melalui masa demi masa. Perkembangan dapat diartikan sebagai proses perubahan kuantitatif dan kualitatif individu dalam rentang kehidupannya, mulai dari masa konsepsi, masa bayi, masa kanak-kanak, masa anak, masa remaja, sampai masa dewasa.
Perkembangan berasal dari terjemahan kata Development yang mengandung pengertian perubahan yang bersifat psikis/mental yang berlangsung secara bertahap sepanjang manusia hidup untuk menyempurnakan fungsi psikologis yang diwujudkan dalam kematangan organ jasmani dari kemampuan yang sederhana menjadi kemampuan yang lebih kompleks, misalnya kecerdasan, sikap, dan tingkah laku (Susanto, 2011:21). Menurut Poerwanti (2005:2)
“perkembangan merupakan proses perubahan kualitatif yang mengacu pada kualitas fungsi organ-organ jasmaniah, dan bukan pada organ jasmaniahnya, sehingga penekanan arti perkembangan terletak pada penyempurnaan fungsi psikologis yang termanifestasi pada kemampuan organ fisiologis”.
Perkembangan disini di artikan sebagai perubahan yang dialami oleh individu atau oganisme menuju tingkat kedewasaannya (matury) yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan baik fisik maupun psikis.
Oleh karena itu semua orang yang mendapat tugas untuk mengawasi anak harus mengerti persoalan anak yang sedang tumbuh dan berkembang.
Contoh : Sikap perasaan dan emosi, minat, cita-cita dan kepribadian seseorang
Tugas Dan Fase Perkembangan
Merupakan hal yang pasti bahwa setiap fase atau tahapan penkembangan kehidupan manusia senantiasa berlangsung seiring dengan kegiatan belajar. Kegiatan belajar dalam hal mi tidak berarti merupakan kegiatan belajar yang ilmiah. Tugas belajar yang muncul dalam setiap fase perkembangan merupakan keharusan universal dan idealnya berlaku secara otomatis, seperti kegiatan belajar keterampilan melakukan sesuatu pada fase perkembangan tertentu yang lazim tenjadi pada manusia normal. Di samping itu, hal-hal lain yang juga menimbulkan tugas-tugas tersebut adalah:
Karena adanya kematangan fisik tertentu pada fase perkembangan tertentu
Karena adanya dorongan cita-cita psikologis manusia yang sedang berkembang itu sendiri.
Karena adanya tuntutan kultural masyarakat sekitar.
Dalam rangka memfungsikan tahap-tahap perubahan yang menyertai perkembangannya manusia hams belajar melakukan kebiasaan-kebiasaan tententu umpamanya kebiasaan belajar berjalan dan berbicara pada rentang usia 1-5 tahun. Belajar melakukan kebiasaan-kebiasaan tententu pada saat atau masa perkembangan yang tepat dipandang berkaitan langsung dengan tugas-tugas perkembangan berikutnya.
Tugas-tugas perkembangan tersebut selalu diperhitungkan secara cermat oleh para orangtua dan guru sebagai sesuatu yang hams terjadi secara alamiah dan tepat pada waktunya. Perhatian orangtua dan juga guru (khususnya untuk fase rnasa sekolah) amat diperlukan.
Tugas-tugas perkembangan pada fase ini meliputi kegiatan-kegiatan belajar sebagai berikut.
Belajar memakan makanan keras, misalnya mulai dengan bubur susu, bubur beras, nasi, dan seterusnya.
Belajar berbicara, misalnya mulai dengan menyebut kata ibu, ayah, dan nama-nama benda sederhana yang ada di sekelilingnya.
Belajar mengendalikan pengeluaran benda-benda buangan dan tubuh nya, misalnya mulai dengan meludah, membuang ingus dan seterusnya.
Belajar membedakan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan, dan bersopan santun seksual.
Mencapai kematangan untuk belajar membaca dalam anti mulai siap mengenal huruf, suku kata dan kata-kata tertulis.
Belajar mengadakan hubungan emosional selain dengan ibunya, dengan ayah, saudara kandung, dan orang-orang di sekelilingnya.
Belajar membedakan antara hal-hal yang baik dengan yang buruk, juga antara hal-hal yang benar dan salah, serta mengembangkan atau membentuk kata hati (hati nurani).
Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak
Proses pertumbuhan dan perkembangan anak seharusnya sama pada setiap individu, namun pada kenyataannya tidak semua individu berkembang seperti anak-anak lainnya. Banyak hal menjadi faktor penyebab perkembangan anak tidak sama seperti anak lain pada umumnya. Para ahli memiliki beberapa pendapat mengenai faktor yang mempengaruhi perkembangan. Berikut ini merupakan aliran-aliran yang dijadikan sebagai pedoman para ahli mengenai faktor yang mempengaruhi perkembangan (Hidayah, 2009:3) :
Aliran Nativisme
Para ahli yang mengikuti aliran nativisme berpendapat bahwa, perkembangan individu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir atau keturunan. Menurut aliran ini berbagai keistimewaan orangtua akan secara otomatis diwariskan kepada anaknya tanpa melalui pendidikan atau proses belajar, dengan kata lain aliran ini pesimis terhadap hasil pendidikan dan lingkungan dalam menentukan perkembangan anak. Aliran ini tidak dipertahankan karena kurang bisa dipertanggung jawabkan, tokoh utama aliran ini adalah Schopenhauer.
Aliran Empirisme
Aliran empirisme menyatakan bahwa perkembangan manusia sepenuhnya dipengaruhi oleh lingkungan atau pendidikan yang diperoleh, anak-anak akan berkembang dengan maksimal bila lingkungannya menyediakan kondisi-kondisi yang merangsang perkembangan. Aliran ini sangat optimis terhadap usaha pendidikan dalam mempengaruhi perkembangan anak, anak seperti ketas putih yang dapat diisi apa saja dengan belajar dan pengalaman yang diperolehnya, tokoh yang terkenal menganut aliran ini adalah John Locke.
Aliran Konvergensi
Aliran konvergensi ini berpendapat bahwa didalam perkembangan individu dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan yang saling berintegrasi. Faktor bawaan tidak akan ada artinya bila tidak didukung adanya pengalaman, kesempatan, dan usaha belajar, sebaliknya lingkungan juga tidak akan berpengaruh bila individu tidak membawa kecenderungan yang potensial untuk dikembangkan. Tokoh aliran ini adalah William Stern (Poerwanti, 2002:56).
Berdasarkan ketiga aliran yang dijelaskan oleh para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kualitas perkembangan anak ditentukan oleh:
Faktor Intern (Alami)
Faktor intern adalah faktor yang mempengaruhi perkembangan yang berasal dari dalam individu itu sendiri. Berikut ini merupakan beberapa hal yang diduga sebagai faktor intern yang mempengaruhi proses perkembangan:
Genetika/Hereditas (Keturunan)
Hereditas merupakan faktor pertama yang mempengaruhi perkembangan individu. Dalam hal ini hereditas diartikan sebagai “totalitas karakteristik individu yang diwariskan orang tua kepada anak, atau segala potensi, baik fisik maupun psikis yang dimiliki individu sejak masa konsepsi (pembuahan ovum oleh sperma) sebagai pewaris dari pihak orang tua melalui gen-gen..
Hormon
Pengaruh hormon sudah terjadi sejak masa prenatal, yaitu saat janin berumur 4 bulan, pada saat itu terjadi pertumbuhan yang cepat. Beberapa hormon yang berpengaruh dalam proses tumbuh kembang anak adalah hormon pertumbuhan somatotropin, sedangkan hormon estrogen dan progesteron merupakan hormon seksual yang berguna saat anak mulai memasuki usia remaja sebagai salah satu penanda kematangan individu.
Faktor Ekstern (Lingkungan)
Faktor ekstern merupakan faktor yang mempengaruhi perkembangan anak yang berasal dari luar individu/lingkungan, baik dalam bentuk lingkungan fisik yang berupa kondisi rumah, gizi, kesehatan lingkungan, dan sebagainya. Sedangkan lingkungan psikis berupa faktor kebudayaan, sikap, keyakinan, nilainilai yang dianut dan sebagainya.
Keluarga
Lingkungan keluarga sangat penting dipandang sebagai faktor penentu utama terhadap perkembangan anak. Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:
“Tiap bayi lahir dalam keadaan fitrah (suci). Orang tuanyalah yang membuat ia yahudi ( jika mereka yahudi), Nasrani ( jika mereka nasrani), Majusi (jka mereka majusi). Seperti binatang yang lahir sempurna, adakah engkau melihat terluka pada saat lahir”.
Dari hadis di atas menunjukan bahwa peran orang tua sangatlah penting karena dipandang sebagai faktor penentu utama terhadap perkembangan anak dan orangtua pulalah yang menjadikan anaknya Yahudi,Nasrani,dan Majusi.
Orang tua mempunyai peranan sangat penting bagi tumbuhkembangnya anak sehingga menjadi seorang pribadi yang sehat, cerdas,terampil, mandiri,dan berakhlak mulia. Seiring perjalanan hidupnya yang diwarnai faktor internal (kondisi fisik, psikis,dan moralitas anggota keluarga) dan faktor eksternal (perkembangan sosial budaya), maka setiap keluarga memiliki perubahan yang beragam.
Ada keluarga yang semakin kokoh dalam menerapkan fungsifungsinya (fungsional-normal) sehingga setiap anggota merasa nyaman dan bahagia (baitii jannatii = rumahku surgaku); dan ada juga keluarga yang mengalami broken home, keretakan atau ketidak harmonisan (disfungsional-tidak normal) sehingga setiap anggota keluarga merasa tidak bahagia ( baitii naarii = rumahku nerakaku).
Kelompok Teman Sebaya
Saat anak sudah memasuki usia sekolah, teman sebaya akan sangat berpengaruh pada perkembangan anak hal ini dikarenakan anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan temannya. Saat bersama temantemannya anak akan mempelajari apa yang tidak didapatkan dikeluarga misalnya saja tentang persaingan, kerjasama, saling menghormati perbedaan, dan hal-hal lain yang akan sangat berguna dalam proses perkembangan.
Pengalaman hidup
Pengalaman hidup dan proses pembelajaran menjadikan anak berkembang dengan cara mengaplikasikan apa yang telah dipelajari pada kebutuhan yang perlu dipelajari. Semakin banyak pengalaman hidup yang dipelajari maka akan sangat membantu anak untuk menyelesaikan tugas perkembangannya.
Kesehatan Lingkungan
Tingkat kesehatan mempengaruhi respon anak terhadap lingkungan dan respon orang lain pada anak tersebut, sehingga proses pekembangan dapat terganggu bila kesehatan lingkungan tidak kondusif. Sakit atau luka berpotensi mengganggu pertumbuhan dan perkembangan. Sakit atau cidera berkepanjangan bisa menyebabkan ketidakmampuan untuk mengatasi dan menjawab kebutuhan dan tugas tahap perkembangan
Faktor-faktor Perkembangan Sosial Peserta Didik
Perkembangan sosial manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: keluarga, kematangan anak, status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan, dan kemampuan mental terutama emosi dan inteligensi.
Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosialnya. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. Di dalam keluarga berlaku norma-norma kehidupan keluarga, dan dengan demikian pada dasarnya keluarga merekayasa perilaku kehidupan anak. Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga.
Kematangan Anak Bersosialisasi memerlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk mampu mempertimbangan dalam proses sosial, memberi dan menerima pendapat orang lain, memerlukan kematangan intelektual dan emosional. Di samping itu, kemampuan berbahasa ikut pula menentukan. Dengan demikian, untuk mampu bersosialisasi dengan baik diperlukan kematangan fisik sehingga setiap orang fisiknya telah mampu menjalankan fungsinya dengan baik.
Status Sosial Ekonomi Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi atau status kehidupan sosial keluarga dalam lingkungan masyarakat. Masyarakat akan memandang anak, bukan sebagai anak yang independen, akan tetapi akan dipandang dalam konteksnya yang utuh dalam keluarga anak itu. “ia anak siapa”. Secara tidak langsung dalam pergaulan sosial anak, masyarakat dan kelompoknya dan memperhitungkan norma yang berlaku di dalam keluarganya. Dari pihak anak itu sendiri, perilakunya akan banyak memperhatikan kondisi normatif yang telah ditanamkan oleh keluarganya. Sehubungan dengan itu, dalam kehidupan sosial anak akan senantiasa “menjaga” status sosial dan ekonomi keluarganya. Dalam hal tertentu, maksud “menjaga status sosial keluarganya” itu mengakibatkan menempatkan dirinya dalam pergaulan sosial yang tidak tepat. Hal ini dapat berakibat lebih jauh, yaitu anak menjadi “terisolasi” dari kelompoknya. Akibat lain mereka akan membentuk kelompok elit dengan normanya sendiri.
Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak yang terarah. Hakikat pendidikan sebagai proses pengoperasian ilmu yang normatif, akan memberikan warna kehidupan sosial anak di dalam masyarakat dan kehidupan mereka di masa yang akan datang. Pendidikan dalam arti luas harus diartikan bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh kehidupan keluarga, masyarakat, dan kelembagaan. Penanaman norma perilaku yang benar secara sengaja diberikan kepada peserta didik yang belajar di kelembagaan pendidikan(sekolah). Kepada peserta didik bukan saja dikenalkan kepada norma-norma lingkungan dekat, tetapi dikenalkan kepada norma kehidupan bangsa(nasional) dan norma kehidupan antarbangsa. Etik pergaulan membentuk perilaku kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Kapasitas Mental, Emosi, dan Intelegensi Kemampuan berpikir banyak mempengaruhi banyak hal, seperti kemampuan belajar, memecahkan masalah, dan berbahasa. Anak yang berkemampuan intelektual tinggi akan berkemampuan berbahasa secara baik. Oleh karena itu kemampuan intelektual tinggi, kemampuan berbahasa baik, dan pengendalian emosional secara seimbang sangat menentukan keberhasilan dalam perkembangan sosial anak. Sikap saling pengertian dan kemampuan memahami orang lain merupakan modal utama dalam kehidupan sosial dan hal ini akan dengan mudah dicapai oleh remaja yang berkemampuan intelektual tinggi.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari beberapa penjelasan tersebut di atas, dapat kita simpulkan bahwa Perkembangan merupakan perubahan individu baik fisik maupun psikisnya dan berlangsung sepanjang hayat, perubahan-perubahannya tidak hanya bersifat evolusi, tetapi juga bersifat involusi (penurunan dan perusakan menuju kematian).
Pertumbuhan merupakan perubahan individu yang terbatas pada perubahan fisiknya dan berlangsung sampai pada masa tertentu, perubahan – perubahannya bersifat evolusi ( menuju ke arah yang lebih sempurna ).
Perkembangan dan pertumbuhan merupakan hal yang penting untuk kita pelajari dan kita pahami. Banyak para pendidik dan orang tua yang belum memahami perkembangan-perkembangan anak. Sehingga masih ada pendidik dan orang tua yang menerapkan sistem pembelajaran tanpa melihat perkembangan anak. Hal ini akan berakibat adanya ketidak seimbangan antara system pembelajaran dengan perkembangan anak yang akan menyulitkannya untuk mengikuti system pembelajaran yang ada.
Dengan mengetahui faktor-faktor perkembangan dan pertumbuhan anak diharapkan kita akan mudah mengetahui system pembelajaran yang efektif, efisien, terarah dan sesuai dengan perkembangan anak dan dapat menciptakan generasi-generasi masa depan yang berkualitas. Dengan demikian, sebagai pendidik kita diharuskan mengetahui dan memahami perkembangan dan pertumbuhan peserta.
Saran
Sebagai calon guru, hendaknya kita mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan anak lebih dalam lagi atau dikembangkan agar kita dapat mengatasi masalah-masalah yang mungkin akan timbul pada saat proses belajar mengajar/pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2009, Perkembangan peserta didik (online), Http:www.dowbload-search-engine.com/perkembangan+peserta didik-ebook-pdf.html
Edukasi kompas, 2010, Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, http://edukasi.kompasiana.com/. Diakses tanggal 25 Mei 2012
Hurlock.,B.,Elizabeth, Perkembangan Anak (Jakarta: Erlangga, 1978)
Hartina, S., 2008, Perkembangan Peserta Didik, Reflika Aditama, Tegal.
L, Zulkifli, Psikologi Perkembangan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1986).
Radhy, M.S., 2007, Perkembangan Peserta Didik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah, Pare-Pare.
Syacom, 2012, Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak, http ://syacom.blogspot.com, diakses tanggal 25 Mei 2012
Yusuf L.N, Syamsul. Perkembangan Peserta Didik (Jakarta : PT Rajagrafindo Persada,2013).
Yusuf LN, Syamsu, Psikologi Perkembangan Anak & Remaja ( Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2009).
Zunun, M.M., 2008, Seminar Psikologi Pendidikan Islam, www.asterpix.com/tagclodclick/?=24376617url=http://scribd.asterpix.com (Perkembangan anak).
Terimakasih, sangat membantu👌
BalasHapusMembantu sekali luar biasa :)
BalasHapusTerimakasih sangat membantu😊
BalasHapusTerimakasih sangat membantu🍍
BalasHapusTerimakasih sangat membantu
BalasHapusTerimakasih sangat membantu
BalasHapus